27 September 2012

Tempat Tinggal

Masalah tempat tinggal bisa jadi masalah yang krusial buat gue. Lingkungan yang gue dan keluarga tempati saat ini rasa-rasanya bukan tempat tinggal yang ideal. Pasalnya, meskipun tinggal di ibukota dan tempat yang cukup dikenal banyak orang dengan distronya, serta akses kemana-mana yang mudah, rupanya masih belum nyaman buat membangun keluarga di tempat seperti ini dalam pandangan gue.

 

Lingkungan seperti apa yang gue maksud?

 

Lingkungan yang diisi dengan KDRT, yang akhirnya ini diancem ummi bakal ngelapor polisi kalo dia masih melakukan KDRT ke si anak. Lingkungan yang malamnya diisi sama anak muda yang nongkrong di depan rumah sambil buang sampah di selokan, pelaku yang bikin jakarta banjir. Belum lagi ibu-ibu dan nenek-nenek yang suka ngomel dengan bahasa kasar. Cuma karena si anak rewel karena ngantuk sedangkan ibunya masih asik bergosip atau karena si anak lapar habis bermain, si ibu dengan tanpa beban memaki anaknya dengan kasar dan mengancam seperti nabok, tendang, dsb.


Tengah malam sampai subuh menjelang, lingkungan ini juga ga pernah sepi. Giliran pengangguran yang sedari siang tidur, kini bangun untuk mabok dan bergadang tepat di depan rumah. Berisik? Udah pasti. Ga cuma itu, pernah ada tukang nasi goreng yang menegur salah satu pemabuk itu dihajar, bahkan tukang lainnya pernah dikejar dan lari tunggang langgang meninggalkan dagangannya, baru kembali besok paginya.


Bahkan ayah dan ummipun akhirnya selama puluhan tahun tinggal di tempat yang sekarang, tahun kemarin ngambil keputusan untuk pindah. Mungkin telat, tapi lebih baiklah daripada tidak sama sekali *maksa :p. Biarpun belum sepenuhnya belum bisa ditinggali, kendala tempat kerja, sekolah, dsb, tapi kami yakin kok lingkungan yang baru ini insyaAllah jauh lebih baik dari yang sekarang. Yah, mungkin segala kemudahan yang didapat di tempat tinggal yang sekarang belum tentu ada di tempat baru, tapi mudah-mudahan jauh dari hal-hal negatif yang merusak. Aamiin.

 

Emang gue dan pacar belum punya rumah sendiri untuk tempat tinggal sesudah menikah. Tapi setidaknya gue dan dia udah punya planning gimana dan dimana nanti kita membangun sebuah keluarga. Gimana nasib gue yang sekarang seorang karyawati punya keinginan jadi full time mommy, dimana tinggal setelah nikah, dan pertanyaan lainnya tentunya sudah dipikirkan. Semoga saja akan jadi keputusan yang baik dari segi rezeki maupun kehidupan masa depan kami. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar