Tampilkan postingan dengan label mahar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahar. Tampilkan semua postingan

2 Juni 2013

Akad Nikah

Hari itu, tanggal 25 Mei 2013.Perhelatan akbar saya dan D jatuh pada tanggal 25 Mei 2013 tepat di hari raya Waisak.

Sempet kawatir liat kondisi Ayah yang seminggu belakangan batuk parah. Bahkan, Ayah minta kakak saya menggantikan beliau untuk jadi wali nikah bagi saya. Ya, ga bisa dipungkiri sih sakitnya Ayah emang dari kesalahan (kelalaian) dia sendiri. Tapi cukup membuat saya susah tidur, hehe. 

 

Sejak hari Jumat, paman dan bibi saya udah nginep di rumah. Otomatis pagi hari dimulai dengan ngantri kamar mandi. Halo, apa kabarnya calon manten yang belum siap sama sekali ini?

 

14 Januari 2013

Moodku, Datanglah Kamu.

Huaaaah... Saya lagi kejar-kejaran sama mood nih :(

 

Dari sebelum lamaran saya udah mikirin DIY (Do It by Yourself) perintilan nikah. Souvenir, tempat cincin dan mahar, hias seserahan dan buku tamu bikin sendiri. Belakangan D mau bikin undangan sendiri krn kendala undangan saya dan D kurang dari bates minimum cetak undangan. Kalopun bisa, jatohnya mahal, padahal saya udah nyari ke arief jaya printing yang katanya murah itu. Trus sempet tanya temen yang udah ke citra printing depok itu katanya ada minimum ordernya *minimum ordernya masih kebanyakan dari yang niatnya mau kita pesen.

 

20 Mei 2012

Tentang Mahar (Mas Kawin) dan Cincin Kawin

Mahar merupakan salah satu rukun nikah. Jika mahar tidak terpenuhi maka, pernikahan tidak dinyatakan sah. Mahar dalam islam itu yang dicontohkan Rasulullah adalah berupa logam. Para ulama dan ahli tafsir menyatakan mahar itu nilainya tetap atau bertambah di masa yang akan datang. Misalnya baut. Dahulu baut mungkin seharga Rp. 100/ons, bisa jadi hari ini menjadi Rp. 1000/ons. Mengingat adanya inflasi, krisis, dsb terhadap mata uang rupiah, baut tersebut bisa diartikan memiliki nilai yang tetap, meskipun dalam angka bertambah dari Rp. 100 menjadi Rp. 1000. Mungkin bisa dianalogikan lagi dengan beras. Beberapa tahun lalu beras bisa dibeli dengan uang Rp. 2000. Tapi, kemarin di warung harga beras perliter Rp. 7000 dengan kualitas yang sama dengan beras Rp. 2000 beberapa tahun lalu. Harga naik Rp. 5000 tapi nilainya tetap.